Rabu, 25 Desember 2013

Racun Baru bagi Videographer

DLSR yang dijadikan Camcorder
Haduuh...bikin galau....kayaknya mesti beli lagi alat perang baru nih....

ternyata kalo ngomongin teknologi ngga ada habisnya...apalagi yang berhubungan dengan dunia fotografi maupun videografi...telat aja mengikuti perkembangan update berita, baik dari media sosial, komunitas pecinta  fotografi maupun videografi, maupun dari majalah...wihh jauh banget ketinggalan infonya...

Beberapa minggu ini sy sendiri udah termakan rasa rendah diri melihat para senior yang bergelut di dunia wedding documentation, terutama yang fokus menamakan diri para pecinta DSLR Cinematography, yaa...orang-orang atau perusahaan yg fokus menekuni bisnis di seputar dunia HDSLR, Perfilman, Advertising dan Production House, dan dunia pernikahan, khusus video liputan yang biasa sy lihat pada beberapa bulan ke belakang...betapa ini pesatnya perkembangannya.

Ya...hal yang ngga lazim...Video shooting menggunakan DLSR  bukan Camcorder seperti biasanya ..., yang biasanya kan DLSR buat foto aja...ehh ternyata semenjak lahirnya teknologi video pada DSLR (kamera Digital SLR) pada awal tahun 2010an kalo ngga salah....fasilitas rekam video ini mulai banyak disematkan pada beberapa merek kamera DLSR, seperti Canon, Nikon, Lumix (Panasonic), Black Magic, Sony, Samsung, dll.

Semenjak hadirnya teknologi tersebut, banyak cameramen beralih ke DLSR sebagai senjata utamanya untuk shooting, baik khusus ngeliput dokumentasi pernikahan ataupun pembuatan video clip musik, dan bahkan merambah ke dunia cinematography/perfilman...

Apa sih keunggulannya...tentu sejak membaca berbagai referensi dari para pakar, antara hasil video DSLR & Camcorder biasa..ternyata hasilnya lebih jauh berkualitas yg menggunakan DSLR..eiit tentu tergantung tools atau alat (camera & asesorisnya) & Man Behind Camera alias orang yang ada dibalik proses pengambilan gambarnya...

Ternyata dengan beberapa varian kamera DSLR yang punya fasilitas rekam video, kualitas CINEMATOGRAPHY pada kamera DLSR lah yang banyak membuat videografer pada jatuh cinta....Tentu kualitas cinematography tersebut setara dengan kamera2 Camcorder Profesional lah di dunia perfilman. Malah sekarang katanya di Holywood aja pake DLSR juga sebagai senjatanya.

Contoh hasil DOF
Apa sih bedanya hasil camcorder yg biasa dipakai dengan kamera DLSR...kalo dari pandangan pribadi sih...bisa dilihat dari tampilan gambarnya yang lebih Depht of Field (DOF)...apa itu DOF? Ya...kalo dari teori sih intinya adalah berkenaan dengan Objek utama yang direkam akan terlihat jelas, tajam (focus) dibanding dengan gambar latar atau gambar yang lebih dekat dengan kamera...biasanya nampak gambar latarnya seperti buram/blur...kalo para pecinta fotografi di istilahkan seperti "Bokeh". Itu karena pengaruh dari bukaan lensa/diafragma.


Kelebihan merekam video dengan kamera DSLR:
- Kualitas Tinggi & tajam.
- Hampir setiap kamera DSLR bisa merekam sehingga 1080p, atau berkualitas HD (High Definition).
- Kualitas visual seperti film.
- Berfungsi ganda foto video.
- Body kamera ringan *jika tanpa asesoris penunjang
- Hasil gambar langsung direcord ke Memory Card, sehingga proses editing lebih cepat (ngga ada lagi proses Capture) tinggal plug & play di komputer.
-  Bisa gonta ganti lensa guna menghasilkan gambar yang berkualitas.

Selain jenis kamera DLSR & lensa yang menjadi racun penyemangat, tentu alat/asesoris penunjang kegiatan shooting pun tak luput dari perbincangan dan menjadi senjata penunjang untuk menghasilkan karya video cinematography...seperti halnya camcoder, DSLR untuk terlihat gagah, mudah digenggam dan dioperasikan sesuai keinginan. Tentu DLSR mesti harus terlihat serius dipakai sebagai camcorder ya..mesti dibekali embel2 asesoris seperti berikut ini;

Rig DLSR

- Rig & Stabilizer: Kamera equipment yang mempunyai fungsi flexible movement, bergerak dinamis bersama camera operator untuk membantu Hand Held Camera Movement dengan mengeliminasi micro vibration /getaran dari tangan DOP (Director Of Photography).

Secara sederhananya merupakan alat untuk menempatkan Kamera DLSR untuk mudah digenggam dan dioperasikan supaya memelimasir hasil yang getaran pada gambar dan tentu ada yang di tambah asesoris lain seperti;
a. FOLLOW FOCUS (roda putar /untuk pengaturan fokus lensa)
b. VIEW FINDER (asesoris untuk melihat fokus di LCD kamera)
c. MATTE BOX (seperti Lens Hood, untuk meminimalisir cahaya ngga diinginkan masuk ke kamera)
d. MONITOR, Microphone, Tripod, dll

Ada berbagai macam bentuk Rig, yang tentu disesuaikan dengan budget & fungsi.

Silder


- Motorize Slider : Alat untuk mengambil hasil video secara halus mengunakan Slider yang dilengkapi dengan motor penggerak sehingga memberikan motion pada gambar. Hasil yang ditampilkan berupa motion video dari kiri ke kanan atau sebaliknya, depan ke belakang atau sebaliknya, maupun atas bawah, miring & lainya sesuai pengambilan gambar oleh DOP. Tipe & fungsinya adalah "move-shoot-move".

i-footage
- Jibs & Cranes i-Footage: Alat untuk mengangkat kamera ke atas atau bawah untuk menghasilkan gambar motion yang halus secara vertikal maupun horizontal yang tentunya posisi kamera dan gambar objek terlihat dari posisi atas.

- Dan masih banyak asesoris lainnya yg bikin ngiler...





Smoga berkenan...





2 komentar: