Minggu, 19 Juni 2011

Desain Logo

Logo mungkin sekilas sangat sederhana dan mudah dibuat. Tetapi itu tidak berarti proses merancangnya memakan waktu yang pendek. Sama seperti iklan, logo memerlukan ide serta konsep yang dapat menarik perhatian pelanggan. Anda ingin tahu cara mendesign logo professional dan tahu sumber-sumber yang Anda butuhkan hanya dalam satu posting? Inilah posting yang tepat untuk Anda… Pelajari mendesain logo professional hanya dalam 5 langkah.

Pelajari Apa Itu Logo? 
Sebelum Anda mendesign logo, Anda harus mengerti apa itu logo, apa yang digambarkannya, dan tujuannya. Logo bukan hanya tanda atau symbol – sebuah logo merefleksikan merek iklan bisnis melalui penggunaan bentuk, tulisan, warna dan / atau gambar.

Logo berguna untuk mengundang kepercayaan, pengakuan, dan kekaguman terhadap sebuah perusahaan atau produk. Adalah tugas kita sebagai desainer untuk menciptakan logo yang menggambarkan aspek-aspek itu.

Dasar-Dasar Logo yang Efektif
Dengan mengetahui tujuan logo dan apa yang digambarkannya, sekarang Anda harus belajar apa yang membuat sebuah logo menjadi bagus, atau aturan dasar dan prinsip-prinsip desain logo efektif.

1. Sederhana
Desain logo yang sederhana dapat mudah dikenali, serbaguna, dan diingat. Logo bagus menonjolkan sesuatu yang tak disangka atau unik tanpa harus berlebihan.

2. Mudah diingat
Selain prinsip kesederhanaan, daya ingat juga penting. Design Logo efektif harus mudah diingat. Hal ini dapat dicapai dengan memiliki logo sederhana namun sesuai.

3. Bisa Bertahan lama
Logo efektif harus bertahan lama. Akankah logo tersebut masih tetap efektif dalam 10, 20, 50 tahun ke depan?

4. Harus Serbaguna
Logo efektif harus dapat digunakan dalam berbagi medium dan aplikasi. Untuk alasan ini, logo seharusnya didesain dalam format vector, supaya ukurannya dapat ubah-ubah. Logo juga harus terdiri dari satu warna saja.

5. Harus Sesuai
Cara Anda menempatkan logo harus sesuai dengan tujuannya. Contohnya, bila Anda mendesain logo untuk toko mainan anak-anak, font dan warna bertema anak-anak akan menjadi pilihan bagus. Sebaliknya, mereka tidak akan cocok untuk perusahaan hukum.

Efek dari Logo

Logo sukses
Dengan Anda tahu aturan-aturan dasar dalam design logo, Anda bisa membedakan antara logo bagus dan buruk… Dengan mengetahui logo-logo apa saja yang sukses dan kenapa mereka sukses, memberikan kita wawasan apa yang membuat logo menjadi sukses.

Contohnya, lihatlah Nike Swoosh klasik. Logo itu dibuat oleh Caroline Davidson tahun 1971 seharga hanya $35, namun sampai sekarang tetap bertahan, mudah diingat, efektif walau tanpa warna, dan mudah diubah-ubah ukurannya. Kecepatan dan kesederhanaan dapat dicerminkan lewat sayap pada patung Nike, Dewi kemenangan Yunani – sesuatu yang pas untuk iklan pakaian olahraga. Nike adalah satu dari sekian banyak logo sukses. Mungkin Anda bisa mencari tahu logo-logo sukses apa yang lain dan apa yang membuat mereka sukses.

Logo yang Tidak Begitu Sukses
Kita juga dapat mempelajari logo-logo yang tidak begitu sukses, seperti logo-logo ini. Dalam posting di link, beberapa logo dapat menggambarkan hal-hal yang tidak terlihat bagi desainer, atau mereka memang memiliki desain yang buruk.



Proses Design Logo Anda
Sekarang Anda tahu apa itu logo, prinsip, aturan, dan apa yang membuat logo sukses. Sekarang Anda bisa langsung memulai proses design. Ini adalah langkah tersulit dari 5 langkah-langkah. Proses desain logo setiap orang berbeda. Pengalaman biasanya adalah faktor kunci dalam menciptakan proses design Anda. 

Proses design logo mencakup:
  1. Rancangan singkat design
  2. Research dan brainstorming
  3. Sketsa
  4. Prototipe dan Pembuatan konsep (lihat langkah kelima)
  5. Kirim ke klien untuk review
  6. Revisi dan penyelesaian
  7. Kirim file ke klien dan berikan layanan pelanggan



Software Untuk Membuat Logo

Setelah proses design Anda selesai, gunakan waktu Anda untuk mulai menguasai software (Adobe Illustrator, CorelDRAW) tapi ingat, Anda tidak bisa mendesain logo hanya dengan berkutat langsung dengan komputer. Sebaiknya lakukan brainstorming dan pengsketsaan dahulu.

Setelah Anda mengdapatkan ide dan sketsa hasil dari brainstorming, Anda bisa langsung berkutat dengan komputer dan mulai mendigitalisasi logo. Setelah Anda selesai mendigitalisasi, kirimkan hasilnya ke klien Anda, evaluasi, dan akhirnya selesaikan logo. Dengan begitu, Anda telah sukses menciptakan logo professional

Mengganti dan mendesain logo perusahaan
Perubahan Logo PT KAI - Hasil Lomba Lo
Mengganti logo tidaklah semudah membalikkan telapak tangan. Banyak hal yang harus dipahami secara mendalam sebelum proses itu di lakukan.

Apa yang harus kita lakukan bila pas bangun pagi, kita merasa banyak hal di sekeliling kita buruk atau tidak memuaskan. Saat itulah kita harus berubah. perubahan ini diperlukan untuk memperbaiki keadaan dan mencapai tujuan hidup yang tinggi. Begitulah kira-kira yang terjadi pada suatu perusahaan ketika mereka berancang-ancang melakukan pergantian logo.

Meski demikian, urusan ganti logo bukanlah proses yang sederhana dan mudah dilakukan. Karena terkait dengan tujuan di masa depan, maka prosesnya harus terencana melalui berbagai pertimbangan yang cermat dan matang. Ini, tidak bisa tidak, harus dilakukan mengingat logo bukanlah sekadar lambang yang dipajang di papan atau kartu nama. Lebih dari itu, sebuah logo merupakan bagian penting dari pondasi image branding perusahaan.

Berikut lima kriteria yang harus diperhatikan dalam mendesain logo perusahaan.

Pertama, ageless style. Ketika mendesign logo, janganlah terpaku pada sesuatu yang keren. Buatlah sebuah logo klasik yang bisa tumbuh dengan perusahaan, yang bisa dipertahankan untuk waktu yang lama. Sekali terpampang di kartu nama atau papan nama, kita tidak bisa tiba-tiba seenaknya mengganti logo tersebut lantaran bosan dengannya atau karena semua orang memakai style yang sama. Klien dan konsumen mencari bisnis yang berumur panjang dan image yang stabil.

Kedua, distinctiveness. Cobalah menemukan sesuatu yang unik agar logo anda tampak menonjol. Ini bisa di dukung oleh suaty tagline yang tidak biasa untuk membedakan diri dengan kerumunan. Nike adalah logo yang sangat sederhana tapi sangat menonjol dengan tagline "just do it". Tiap kali oran gmelihat logo itu, mereka ingat "just do it". Beberapa waktu kemudian tanpa perlu melihat tagline lagi, hanya dengan melihat logo, orang otomatis berpikir "just do it". Inilah konsep yang disebut imagery transfer.

Ketiga, appeal. Cobalah membuat design yang menarik di lihat mata. Beberapa warna tertentu membangkitkan minat konsumen, sementara yang lain menimbulkan emosi lain yang tidak diinginkan. Sebagai contoh, warna merah dianjurkan untuk membuat orang merasa bersemangat atau marah, orange dikatakan untuk mewakili sesuatu yang murah, biru melambangkan kejujuran dan integritas, sementara warna netral mewakili stabilitas. Namun, agar tidak banayk membuang waktu, masalah warna ini sebaiknya ditentukan paling akhir, yaitu setelah desainnya disetujui. Juga pastikan logo tersebut secara konsisten menyampaikan pesan sama baik lewat kartu nama, papan nama, website dan iklan.

Keempat, convery the right image. Dalam hal ini diajukan pertanyaan: Apakah logo anda di bicarakan dengan akurat? APakah ia menyatkaan gaya perusahaan anda? sebaiknya jangan memilih tampilan yang liar dan gila, hanya karena ingin tampil beda, kecuali itu memang sangat cocok dengan gaya bisnis anda.

Kelima, legibility. Tanpa memandang gaya dan warna, pastikan bahwa logo tersebut mudah dibaca dan typo-free. Perlu diingat kita memakai logo bukan secara pribadi, tapi secara publik. Fungsi logo adalah membungkus identitas dan kepribadian perusahaan, sehingga dengan melihatnya saja orang tah persis apa arti perusahaan itu bagi mereka (Sumber: dari berbagai mata kuliah dan web)


Semoga Bermanfaat!


0 komentar:

Posting Komentar